| 0 komentar |

12 Agustus 2009

Kenaikan Tingkat






...read more ⇒
| 0 komentar |

Pembukaan Latihan Di SMK Diponegoro Kertoharjo Pekalongan

Pelatih Pokok di SMK Diponegoro Pekalongan

Siswa SMK Diponegoro Saat Latihan Perdana



...read more ⇒
| 0 komentar |

Pengambilan Sabuk Hijau

Siswa Berkualitas Ditentukan Dari Warga Yang Melatih, Apalagi di Kenaikan Tingkat, Siswa Harus Disiplin dan Tidak Boleh Dimanja. Lebih-lebih Siswa Hijau dan Putih, Yang Sebentar Lagi Akan Menjadi Calon Warga.

Begini Seharusnya Kenaikan Tingkat dan Pengambilan Sabuk,






...read more ⇒
| 0 komentar |

22 April 2009

Popda Kota Pekalongan 2009






...read more ⇒
| 0 komentar |

Kenaikan Tingkat Ranting Wiradesa, Wonokerto dan Siwalan


Pada tanggal 19 April 2009, SH Terate Ranting Wiradesa, Wonokerto dan Siwalan mengadakan kenaikan tingkat. Kenaikan tingkat diadakan di halaman sekolah SMP N 3 Wonokerto. Siswa yang mengikuti kenaikan tingkat adalah siswa polos dan siswa jambon. Acara dimulai pagi hari sekitar jam 8 sampai selesai. Warga penguji juga datang dari berbagai ranting, diantaranya ranting Tirto dan ranting Pekalongan.


Warga Penguji Kenaikan Tingkat
Para Kadhang SH Terate Wiradesa dan Wonokerto



...read more ⇒
| 0 komentar |

13 Januari 2009

Pengesahan Warga SH Terate Cabang Pekalongan Tahun 2009

Alhamdulillah..., SH Terate Cabang Pekalongan pada tanggal 10-11 Januari telah berhasil mengesahkan 23 Warga baru. Pengesahan Warga SH Terate diikuti oleh 23 peserta yang mana terdiri dari beberapa ranting di Cabang Pekalongan. Ranting tersebut diantaranya Ranting Wiradesa, Ranting Pekalongan, Ranting Tirto, Ranting Sragi, Ranting Kesesi dan Ranting Ranting lainnya.
Pada acara pengesahan ini SH Terate Ranting Wiradesa Mengesahkan 3 Calon warga yang sekarang sudah menjadi Warga SH Terate, yaitu Junaidi, Sugiyanto, dan Kustyaningsih. Ranting Tirto Sebanyak 2 orang yaitu Hani dan Warji., sedangkan Ranting Pekalongan sebanyak 3 orang yaitu Irfan, Ninis dan Mas Wandi.
Pengesahan Tahun ini diadakan di Kesesi, di SD dekat rumahnya mas Tholib, pada acara ini juga dihadiri oleh semua warga tingkat 2 Cabang Pekalongan yang jumlahnya ada 3 orang, yaitu Mas Padi, Mas Mul dan Mas Ripto. (lihat foto).
Tidak Ketinggalan, warga warga tingkat 1 SH Terate dari berbagai Ranting di Cabang Pekalongan pun berbondong bondong datang, untuk menyaksikan anak didiknya disahkan menjadi warga, dan tentunya untuk memberikan ucapan selamat.
Acara tersebut selesai tepat pada pukul 03.10 WIB, dan saat itu pula calon warga telah resmi menjadi warga Setia Hati Terate. Mereka merasakan senang, haru, bangga, bahagia bercampur aduk saat telah resmi menjadi warga.
Semoga Saja Warga Baru yang disahkan di tahun 2009 ini dapat melaksanakan tugasnya untuk mengembangkan Setia Hati Terate agar tetap Jaya Selama lamanya...., Amin..,
"SELAMA MATAHARI MASIH TERBIT DARI TIMUR DAN TENGGELAM DISEBELAH BARAT, SELAMA BUMI MASIH BERPUTAR DAN DIHUNI OLEH MANUSIA, SELAMA ITU PULA SH TERATE MASIH ADA DAN JAYA SELAMA-LAMANYA..."

...read more ⇒
| 0 komentar |

19 Desember 2008

Sejarah SH Terate

Manusia dapat dihancurkan
Manusia dapat dimatikan
akan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan
selama manusia itu setia pada hatinya
atau ber-SH pada dirinya sendiri

Falsafah Persaudaraan Setia Hati Terate itu ternyata sampai sekarang tetap bergaung dan berhasil melambungkan PSHT sebagai sebuah organisasi yang berpangkal pada "persaudaraan" yang kekal dan abadi.

Adalah Ki Hadjar Hardjo Oetomo, lelaki kelahiran Madiun pada tahun 1890. Karena ketekunannya mengabdi pada gurunya, yakni Ki Ngabehi Soerodiwiryo, terakhir ia pun mendapatkan kasih berlebih dan berhasil menguasai hampir seluruh ilmu sang guru hingga ia berhak menyandang predikat pendekar tingkat III dalam tataran ilmu Setia Hati (SH). Itu terjadi di desa Winongo saat bangsa Belanda mencengkeramkan kuku jajahannya di Indonesia.

Sebagai seorang pendekar, Ki Hadjar Hardjo Oetomo pun berkeinginan luhur untuk mendarmakan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Untuk kebaikan sesama. Untuk keselamatan sesama. Untuk keselamatan dunia. Tapi jalan yang dirintis ternyata tidak semulus harapannya. Jalan itu berkelok penuh dengan aral rintangan. Terlebih saat itu jaman penjajahan. Ya, sampai Ki Hadjar sendiri terpaksa harus magang menjadi guru pada sekolah dasar di benteng Madiun, sesuai beliau menamatkan bangku sekolahnya. Tidak betah menjadi guru, Ki Hadjar beralih profesi sebagai Leerling Reambate di SS (PJKA/Kereta Api Indonesia saat ini - red) Bondowoso, Panarukan, dan Tapen.

Memasuki tahun 1906 terdorong oleh semangat pemberontakannya terhadap Negara Belanda - karena atasan beliau saat itu banyak yang asli Belanda -, Ki Hadjar keluar lagi dan melamar jadi mantri di pasar Spoor Madiun. Empat bulan berikutnya ia ditempatkan di Mlilir dan berhasil diangkat menjadi Ajund Opsioner pasar Mlilir, Dolopo, Uteran dan Pagotan.

Tapi lagi-lagi Ki Hadjar didera oleh semangat berontakannya. Menginjak tahun 1916 ia beralih profesi lagi dan bekerja di Pabrik gula Rejo Agung Madiun. Disinipun Ki Hadjar hanya betah untuk sementara waktu. Tahun 1917 ia keluar lagi dan bekerja di rumah gadai, hingga beliau bertemu dengan seorang tetua dari Tuban yang kemudian memberi pekerjaan kepadanya di stasion Madiun sebagai pekerja harian.

Dalam catatan acak yang berhasil dihimpun, di tempat barunya ini Ki Hadjar berhasil mendirikan perkumpulan "Harta Jaya" semacam perkumpulan koperasi guna melindungi kaumnya dari tindasan lintah darat. Tidak lama kemudian ketika VSTP (Persatuan Pegawai Kereta Api) lahir, nasib membawanya ke arah keberuntungan dan beliau diangkat menjadi Hoof Komisaris Madiun.

Senada dengan kedudukan yang disandangnya, kehidupannya pun bertambah membaik. Waktunya tidak sesempit seperti dulu-dulu lagi, saat beliau belum mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Dalam kesenggangan waktu yang dimiliki, Ki Hadjar berusaha menambah ilmunya dan nyantrik pada Ki Ngabehi Soerodiwiryo.

Data yang cukup bisa dipertanggungjawabkan menyebutkan dalam tahun-tahun inilah Setia Hati (SH) mulai disebut-sebut untuk mengganti nama dari sebuah perkumpulan silat yang semula bernama "Djojo Gendilo Cipto Mulyo".
sumber : http://www.shterate.info/modules.php?op=modload&name=Sections&file=index&req=viewarticle&artid=1&page=1 ...read more ⇒